Sinopsis: Buku ini merupakan buku terjemahan dari bahasa Melayu Tamiang yang bercerita tentang kepulangan Taqy beserta ayah dan ibunya ke rumah nenek. Di desa meneknya, Taqy melihat keunikan yang dilakukan anak-anak sembari bermain. “Bermain sambil berpantun,” ya, dia melihat anak-anak di desa itu sangat pintar berpantun. Taqy ingin bermain bersama mereka, tetapi dia tidak pandai membuat pantun. Namun teman-teman baru Taqy bersedia untuk mengajari Taqy. Hal ini semakin mengasyikkan ketika Ayah Taqy bahkan ikut mengajarkan membuat pantun. Ternyata pantun dan pantun kilat (karmina) memiliki ketentuan yang berbeda. Taqy dan teman-temannya belajar dengan gembira hingga akhirnya Taqy pandai membuat pantun.