Puisi

  • Tawa Anak-Anak

    Anak-anak itu tertawa lepas di pesisir pantai di tengah ombak kecil yang mengantar air laut menyentuh ujung jari-jari kaki mereka yang berpasir tak peduli tapak mereka yang tergores sebab cangkang beberapa kerang atau siput yang tak lagi berisi. Anak-anak itu tertawa lepas di kaki gunung di tengah kabut yang tak kunjung berhenti jadi selimut tak…

  • Hari Pertama Masuk Sekolah

    Pukul setengah tujuh Senin pagi Langit cerah Orang-orang bergegas-gegas Jalan-jalan lebih ramai daripada hari kemarin Anak-anak kecil berseragam Dibonceng orang tuanya Remaja-remaja berseragam Mengendarai sepeda motornya Sebagian berjalan kaki Gerbang sekolah berdiri megah Menyambut tunas-tunas harapan bangsa Bapak guru Ibu guru Menyambut dengan senyum manis mereka Siswa-siswa melangkah gembira Semangat belajar Semangat meraih cita-cita Nurhaida…

  • |

    Tentang Tulus

    Oleh: Syarifah Zurriyati   mencintai laksana hujan, datang tanpa badai senyap, tanpa perlu banyak suara, tak perlu riuh apalagi ramai   menyirami tanpa meminta balasan, meski sering kali jatuh di tanah yang salah. Meski sering kali tanpa penghargaan   Berkali-kali hatinya retak,remuk Terluka parah walau tiada berdarah   oleh janji yang tak ditepati, oleh kata-kata…

  • | |

    Proses Menulis Puisi: Joko Pinurbo

    Pada 1895 Sigmund Freud menulis sepucuk surat untuk koleganya, Wilhelm Fliess. Pada sebagian isinya ia berkata sebagai berikut. […] orang sepertiku tak bisa hidup tanpa sebuah hobi, suatu kegemaran yang melahap–dalam istilah Schiller: Tiran. Aku sudah menemukan tiranku, dan dalam hal melayaninya aku tak mengenal batas. Tiranku adalah psikologi. Ia selalu menjadi tujuanku yang jauh…