menikmati sastra

MENIKMATI SASTRA

Ilmu itu indah[Faruk Haji Tripoli] Dalam suatu perkuliahan tentang sastra Indonesia di UGM, seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan fundamental kepada dosen yang sudah sepuh di depan kelas, “Ketika kita menghadapi puisi atau membaca puisi, sebaiknya kita memahami puisi itu atau menikmatinya, Prof?” Pertanyaan semacam itu mungkin bisa dibilang klasik, dan karena itu saya pribadi segera teringat …

Seorang pria berada di atas puncang gunung dengan langit biru

Walau Badai Menghadang, Tujuan Tak Boleh Hilang

Penulis: Asmaul Husna Mahasiswa UIN Ar-Raniry Takdir memang sudah ditetapkan, tapi memantapkan semangat itu suatu keharusan. Jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan? Benar, tapi pasrah bukanlah jalan pilihan. Proses pendewasaan memang berat. Berbagai tekanan, tuntutan, dan persoalan kerap kali datang bertubi-tubi dan kadang mengambyarkan konsentrasi dengan hebat. Penulis Rons Imawan menyelipkan kata sederhana yang berefek luar …

Potret Ariel Noah yang sedang menatap ke depan

Musisi Indonesia dalam Bayang-Bayang Kahlil Gibran

Semua kata-kata kita tidak lain hanyalah puing yang jatuh dari pesta pikiran. –Kahlil Gibran, Pasir & Buih Apakah kamu familiar dengan nama Gibran? Mungkin nama itu mengingatkanmu pada anak presiden kita, yang juga menjabat sebagai wali kota. Atau, mungkin kamu punya kawan yang juga bernama sama, dengan variasi nama lengkap berbagai macam. Mengingat nama itu …

Musisi-Musisi Jenius dan Karya Sastra Favorit Mereka (Bagian II)

Tanda kecerdasan yang sebenarnya bukanlah pengetahuan, tapi imajinasi. –Albert Einstein Kurt Cobain (Youtube/Nirvana) Pada tulisan sebelumnya kita telah membahas tentang lima musisi jenius asal Inggris dan Irlandia dengan karya sastra favorit mereka masing-masing. Sekarang mari kita beralih ke negeri Paman Sam. Selain menjadi negara adidaya di bidang ekonomi, politik, dan militer, terlebih sejak memenangi Perang …

Pepongoten

Pepongoten

Pepongoten merupakan tradisi lisan dari Gayo yang berupa ratapan berirama. Kata ‘pongot’ sebagai kata dasar pepongoten secara harfiah berarti tangisan ratap (Tantawi, 2015: 109). Secara umum, bentuk pepongoten dapat digolongkan sebagai prosa liris, sementara isinya bergantung pada konteks pepongoten disampaikan. Meski demikian, isi pepongoten selalu mengekspresikan perasaan dari lubuk hati yang paling dalam. Karena dibawakan …