Balai Bahasa Provinsi Aceh

Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh dari Masa ke Masa

Dr.-Abdul-Junaidi-M.S.-Periode-1999-s.d-2004

(Alm.) Dr. Abdul Djunaidi. M.S. (2000–2004)

(Alm.) Dr. Abdul Djunaidi. M.S. lahir di Bireuen, 6 Juli 1963. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Keguruan llmu Pendidikan Program Studi Bahasa Indonesia, Universitas Syiah kuala, Banda Aceh tahun 1986. Beliau melanjutkan Program Magister (S2) di Universitas Padjajaran Bandung, selesai tahun 1992 yang dilanjutkan dengan program doktoralnya tahun 1993 juga di Universitas Padjajaran, Bandung, lulus tahun 1996. Semasa hidupnya Beliau juga merupakan staf pengajar di Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Universitas Syiah Kuala . Beliau menjabat sebagai pelaksana harian (Plh) Balai Bahasa Aceh tahun 2000–2004. Beliau merupakan sosok yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap profesinya hingga bencana tsunami merenggut Beliau. (Alm.) Dr. Abdul Djunaidi, M.S. menjadi korban bencana tsunami Aceh Desember 2004 bersama istrinya (Alm.) lbu Enung Wiwing Widiningsih. Almarhum dikaruniai satu orang putra bernama Rizqan Rahmatillah , satu-satunya yang luput dari hantaman tsunami di keluarga (alm.) Dr. Abdul Djunaidi.

Dr.-Rajab-Bahry-M.Pd_.-Periode-2005-s.d-2009

Dr. Rajab Bahry, M.Pd. (2005–2008)

Dr. Rajab Bahry, M.Pd. lahir di Aceh Tenggara tahun 1955. Beliau merupakan staf pengajar di Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Daerah Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Pendidikan S1 Beliau selesaikan di FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, lulus tahun 1983. Kemudian melanjutkan pendidikan S2 di IKIP Jakarta, yang sekarang telah menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), lulus tahun 1987. Kemudian program doktoral Beliau peroleh dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, lulus tahun 2000. Dr. Rajab Bahry, M.Pd. menjabat sebagai pelaksana harian (Plh) Kepala Balai Bahasa Aceh tahun 2005- -2008. Dr. Rajab Bahry, M.Pd. menikah dengan Dra. Emiyarni M. Nur, M.Pd. dan dikaruniai tiga orang putra.

Teguh Santoso, S.S., M.Hum. Periode 2009--2016

(Alm.)Teguh Santoso, S.S., M.Hum. (2009–2016)

Teguh Santoso, S.S., M.Hum. lahir di Kebumen, 17 Februari 1974.Beliau menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Sastra, Universitas Diponegoro, Semarang tahun 1999. Tahun 2002 melanjutkan pendidikan ke Program S2 Linguistik Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, lulus tahun 2005. Teguh Santoso, S.S., M. Hum. menikah dengan Sukestri Widiayarti , S.S. dan sampai sekarang dikaruniai dua orang putra.

Drs. Muhammad Muis, M.Hum. Periode 2016 s.d. sekarang

Drs. Muhammad Muis, M.Hum. (2016–2020)

Drs. Muhammad Muis, M.Hum. lahir di Bangka, 3 Januari 1969. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Sastra, Universitas Padjajaran, tahun 1992 lalu melanjutkan pendidikan ke Program S2 Linguistik Universitas Indonesia, Depok, lulus tahun 2003. Sebelum menjadi Kepala Balai Bahasa Aceh, Drs. Muhammad Muis, M.Hum. memiliki pengalaman sebagai Staf Peneliti Bahasa, Staf Bidang Perkamusan dan Peristilahan Pusat Bahasa dan Staf Bidang Pengkajian Bahasa dan Sastra Pusat Bahasa. Selain itu beliau dahulu menjadi Dosen di beberapa PTN dan PTS di Jakarta serta menjadi Kepala Kantor Bahasa Lampung. Di luar kesehariannya sebagai Kepala Balai, Pak Muis memiliki hobi membaca buku dan membaca novel serta menulis. 

Foto Pak Karyono

Karyono, S.Pd.,M.Hum. (2020–2023)

Karyono, S.Pd.,M.Hum. lahir di Pati, 14 Juni 1966. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP PGRI Semarang jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra lalu melanjutkan pendidikan ke Program S2 di Universitas Diponegoro, lulus tahun 2008 dengan gelar Magister Humaniora (M.Hum.)

Pada tahun 2003 memulai karir sebagai CPNS di Pusat Bahasa (sekarang Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa) penempatan pertama di Kantor Bahasa Provinsi Jambi sebagai pembantu pimpinan. Pada tahun 2009 mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Paneliti di LIPI Jakarta. Pada tahun 2010 dinyatakan lulus menjadi Peneliti Pertama. Berselang dua tahun, beliau kemudian pindah ke Balai Bahasa Jawa Tengah sampai dengan 2015. Setelah itu pada tahun 2016 diangkat menjadi Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu. Kemudian pada tahun 2020—2023 mendapat promosi menjadi Kepala Bahasa Provinsi Aceh sampai dengan Februari 2023.

Foto Umar Solikhan

Drs. Umar Solikhan, M.Hum. (2023–2026)

Drs. Umar Solikhan, M.Hum.  Lahir di Kudus, 8 Agustus 1968. Menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Sastra Indonesia tahun 1992. Pada tahun 2006 menyelesaikan program S2 dengan mengambil jurusan Lingustik di Universitas Gadjah Mada dengan memperoleh gelar Magister Humaniora (M.Hum.)

Memulai karir sebagai CPNS di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa pada tahun 1998 serta menjadi  staf di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Tidak berhenti sampai di situ, selang beberapa tahun, hijrah ke pulau Sumatra dan dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tidak berapa lama kemudian dipromosikan untuk menjadi Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau. Setelah itu, dirotasi menjadi Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan awal tahun 2023. Pada tahun 2023 kembali dirotasi untuk mengemban amanah sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh sampai sekarang. 

Pasfoto pak irsan minimized

Muhammad Irsan, S.S., M.Hum. (2026–Sekarang)

Muhammad Irsan, yang akrab disapa Irsan, lahir di Medan pada 15 Februari 1974. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 di Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara pada tahun 1998, kemudian meraih gelar Magister Humaniora di bidang Ilmu Linguistik dari Universitas Indonesia pada tahun 2009. Tesisnya berjudul Geografi Dialek Bahasa Besemah di Kabupaten Lahat menggunakan pendekatan dialektologi, yaitu cabang linguistik yang mengkaji variasi bahasa berdasarkan perbedaan geografis. Kariernya dimulai pada tahun 2003 sebagai CPNS di Balai Bahasa Palembang (kini Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan). Dua tahun kemudian, ia terlibat dalam pemetaan bahasa daerah di Sumatera Selatan, dan pada tahun 2007 berkontribusi dalam penelitian kekerabatan serta pemetaan bahasa daerah di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat. Pengalaman tersebut mendorongnya mendalami dialektologi saat studi S-2. Pada tahun 2011, ia beralih ke jabatan fungsional penerjemah melalui jalur inpassing yang diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara. Sejak 28 Januari 2022, ia mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan menjalankan tugas pembinaan, pengembangan, dan pelindungan bahasa berdasarkan visi Badan Bahasa serta tiga program prioritas, yaitu literasi kebahasaan dan kesastraan, pelindungan bahasa dan sastra, dan internasionalisasi bahasa, dengan membangun kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal; pada tahun 2026, ia melanjutkan pengabdiannya dengan berpindah tugas ke Balai Bahasa Provinsi Aceh.