Strategi Tutur dalam Penyampaian Larangan di Ruang Publik
Oleh: Adnan A. Nasution “Jangan berisik!” terdengar berbeda dari “Mohon tidak berisik”. Keduanya sama-sama meminta seseorang menghentikan kegaduhan, tetapi cara penyampaiannya menghasilkan kesan berbeda. Di ruang publik, larangan dapat disampaikan melalui perintah langsung, imbauan, aturan tertulis, ajakan bersama, bahkan informasi yang sekilas tidak tampak sebagai larangan. Pilihan bentuk tersebut bukan sekadar persoalan gaya bahasa. Larangan…