Tawa Anak-Anak

Anak-anak itu tertawa lepas
di pesisir pantai
di tengah ombak kecil yang mengantar air laut
menyentuh ujung jari-jari kaki mereka yang berpasir
tak peduli tapak mereka yang tergores
sebab cangkang beberapa kerang atau siput yang tak lagi berisi.

Anak-anak itu tertawa lepas
di kaki gunung
di tengah kabut yang tak kunjung berhenti jadi selimut
tak ada tempat lain untuk berlindung
rumah dan keluarga ada di situ
tak peduli batuk-batuk
bermain dan bercanda bersama teman tak pernah berubah pilu.

Anak-anak itu tertawa lepas
di tengah sawah
di antara ilalang yang belum dibabat Bapak
meski becek dan berlintah
mereka asyik main petak umpet
ada yang sembunyi
kemudian dicari dan berujung lari-lari.

Anak-anak itu tertawa lepas
di pinggir jalan
di atas alas kardus yang berdebu
meski tak sekolah
meski sibuk cari uang untuk makan
mereka tak gampang menangis
sering-sering menangisi keadaan berarti menyerah pada kehidupan
sementara mereka masih kuat bertahan.

Tawa anak-anak adalah tawa paling sempurna
tawa paling bahagia yang pernah tercipta di dunia.
Menjadi anak-anak tidak mungkin selamanya
tapi andai tawa itu bisa abadi
damai pasti jadi milik sana-sini.

Baca juga:  Pagi Itu

Tinggalkan balasan!