|

Tentang Tulus

Oleh:

Syarifah Zurriyati

 

mencintai laksana hujan,

datang tanpa badai

senyap, tanpa perlu banyak suara,

tak perlu riuh apalagi ramai

 

menyirami tanpa meminta balasan,

meski sering kali jatuh di tanah yang salah.

Meski sering kali tanpa penghargaan

 

Berkali-kali hatinya retak,remuk

Terluka parah walau tiada berdarah

 

oleh janji yang tak ditepati,

oleh kata-kata yang berubah arti,

oleh seseorang yang tak pernah benar-benar memahami.

 

Namun tak perlu benci itu.

Diam saja,simpan semua

dalam luka dalam doa,

 

menjahit kecewa dengan sabar,

kuatkan dengan airmata

 

Banyak yang bertanya,

untuk apa senyum itu setelah sakit datang bertubi-tubi

Setelah malam-malam berlalu sepi

Setelah diri tiada arti

 

Memilih tetap menjadi diri sendiri,

tetap mencintai dengan hati penuh,

yang memberi tanpa menghitung,

yang mendoakan tanpa diketahui.

 

Bukan karena lemah.

Karena harus kuat

untuk tidak membiarkan luka

mengubah hati menjadi pahit.

suatu hari nanti,

semesta pasti akan mempertemukannya

dengan seseorang yang mengerti:

di balik senyum yang tenang,

pernah ada hati yang berkali-kali patah,

namun tetap memilih tulus

untuk mencintai, tetap berbagi.

Tinggalkan balasan!