Tantangan Konservasi Meurukon

Sebelum maraknya perkembangan media massa (televisi dan radio), teknologi informasi dan komunikasi, internet, dan teknologi hiburan, kegiatan meurukon merupakan salah satu wahana dakwah, pendidikan keagamaan sekaligus sekaligus sarana hiburan rakyat. Seni pertunjukan ini mempertontonkan tanya-jawab (debat) masalah keagamaan Islam oleh dua kelompok atau lebih menggunakan bahasa puitis (syair) yang digubah dalam bait-bait yang disebut rukon. …

Balada Retorika

Tidak ada yang memungkiri bahwa peradaban Barat hari ini sangat maju dalam bidang ilmu pengetahuan. Ahli-ahli dari berbagai macam bidang ilmu berserakan dalam sejarah. Mereka semua bahu membahu menciptakan sejumlah kecanggihan guna kehidupan yang lebih baik. Alhasil, ilmu-ilmu pasti seperti matematika, fisika, atau kimia menjadi primadona di mata dunia. Ilmu-ilmu pasti mendapat prestise tinggi. Tidak …

Kontroversi Penghargaan Sastra

Apalah arti karya seni tanpa apresiasi? Begitu juga karya sastra. Sebagai hasil proses kreatif yang lahir untuk menunjukkan “sesuatu”–baik dari segi tampilan maupun dari segi isi–karya sastra adalah media komunikasi penulis dengan pembaca. Kritikus sastra Indonesia asal Belanda, Prof. A. Teeuw, mengungkapkan bahwa karya sastra baru memiliki makna setelah melalui proses pembacaan. Makna yang diberikan …

Penamaan Bahasa Sigulai: Sudah Tepatkah?

Bahasa merupakan ciri khas manusia. Keberadaan bahasa sebagai sesuatu khas yang dimiliki manusia itu, kemudian menjadi media dan mengembangkan pikiran manusia. Ernest Cassiner menyebut manusia sebagai “animal symbolicum” yakni makhluk yang menggunakan media berupa simbol kebahasaan dalam memberi dan mengisi kehidupan (Aminuddin, 2001:17). Bahasa memiliki ragam dan dialek. Keragaman bahasa merupakan salah-satu faktor penentu identitas …

Jalan Terjal Pelestarian Bahasa

Dahulu, pelarangan maupun pembatasan bahasa dipandang sebagai masalah utama pelestarian atau pemertahanan bahasa. Oleh karena itu, kolonialisasi disusul pembentukan negara-negara bangsa merupakan biang kerok perubahan dan kepunahan bahasa. Alasannya, meskipun berseberangan secara ideologis, tetapi dua proses itu ibarat dua sisi koin yang sama: mempromosikan (jika tidak memaksakan) bahasa-bahasa tertentu saja. Bangsa penjajah cenderung memaksakan pemakaian …

Sastra dan Pemberontakan

Konon, dahulu pujangga adalah pengkhayal yang diperintahkan raja untuk mengarang cerita tentang kehebatan (atau mungkin tak berlebihan pula jika disebut keajaiban) kehidupan di istana. Misalnya raja adalah titisan dewa. Pujangga dijadikan alat pengukuh kesakralan kuasa raja (baca: feodalisme) dalam pikiran masyarakat. Atas kinerja brilian itu, sang pujangga beserta keluarganya mendapat perlindungan dan jaminan kesejahteraan dari …