long exposure photography of water drop

Ujeun Seupot Nyoe

Reudok ka dari beungoh Ujeun kajitoh bak seupot uroe nyoe Ujeun lagee nyoe mangat tapajoh gorengan Peunajoh nyang hangat-hangat Bada, tahu, boh tila, boh sukon, bakwan, risol Peulom talhab deungon saus Rasajih meutamah-tamah mangat Ujeun seupot nyoe teuga Ureueng woe keureuja harus preh dile Teuleubeh nyang hana moto Preh sampoe ujeun piram Meunoe keu suasana …

kucing hitam dan putih

Puisi : Ketika Kau Pergi

Suaramu lembut manja Tatap matamu sendu Tingkahmu memunculkan gelak Menghadirkan senyum Pertama kali kita bertemu Kau dekil Kau kurus Suaramu Menggetarkan hati Memohon belas kasihan untuk Makanan pengisi perut Tempat berteduh Berbilang hari Berbilang minggu Tubuhmu berisi Gerakmu lincah Bermain Berlari Melompat Aktivitas yang Kau suka Namun Kau makhluk hidup Sama sepertiku Fana Nurhaida Banda …

Sepiring Rujak Aceh

Siang yang terikMengantarkan inginPada sepiring rujakRujak AcehDalam paduan rasaPedas, asam, asin, manisSeimbang dalam tuangan bumbuDi atas potongan buahNanas, bengkuang, kedondong, kuini, mentimun, mangga, jambu, belimbing, pepayaBersyukur atas anugerahSempurna lidah mencecapMenuntaskan gerah di siang ini NurhaidaBanda Aceh, Rabu, 3 Maret 2021

Pengingat

26 Desember 200426 Desember 2020 Merengkah kenangan di pagi itu Ada yang jatuh di sudut mata iniMenyebak hingga di dada Ketika beberapa kerabat, sahabat, orang yang dikenal dan orang yang tak dikenal pergi berlaluBersama gelombang besar yang datang bertamuSetelah bumi berguncang 9,1-9,3 Skala Richter 16 tahun sudah Memori itu tersimpan rapiHingga hari ini Pengingat untuk …

KOLAM IKAN DI SAMPING RUANG KERJAKU

Di luar Bersisian dengan ruang kerjaku Ada kolam ikan Kolam itu penuh dengan ikan nila dan ikan lele Mereka berenang riang gembira Setiap kali melihat mereka Hatiku pun ikut gembira Kala jenuh Ketika menjentikkan jari-jariku di papan tombol komputer Aku berhenti sejenak Aku melihat mereka dari balik kaca jendela Aku memandangi gerak-gerak mereka yang lincah …

Pagi Itu

Pukul delapan pagi 26 Desember 2004 Goncangan itu menghentak bumi Merubuhkan tembok dan beton Menjungkalkan tiang dan pohon Menghempas segala benda ke segala penjuru Manusia berhamburan ke sana kemari Gelisah cemas menyatu dalam diri Gamang memikirkan keselamatan diri Seketika ingatan tertuju kepada Ilahi Pemilik semesta Penguasa kehidupan Insan-insan menyandarkan diri atas segala kelemahan Mengucapkan kalimat …