Sastra dan Pemberontakan
Konon, dahulu pujangga adalah pengkhayal yang diperintahkan raja untuk mengarang cerita tentang kehebatan (atau mungkin tak berlebihan pula jika disebut keajaiban) kehidupan di istana. Misalnya raja adalah titisan dewa. Pujangga dijadikan alat pengukuh kesakralan kuasa raja (baca: feodalisme) dalam pikiran masyarakat. Atas kinerja brilian itu, sang pujangga beserta keluarganya mendapat perlindungan dan jaminan kesejahteraan dari […]
