Kelalaian Fatiya
Fatiya duduk dengan gusar di kursinya. Ia masih mencoba menyerap semua yang tertulis di buku sekolah yang sedang ia pegang. Sesekali matanya menoleh ke kanan, kiri, dan depan, melihat bagaimana ekspresi wajah anak-anak lain di kelas pagi itu, sebelum bel tanda mulai pelajaran berdentang. Pada detik-detik terakhir sebelum bel benar-benar berbunyi, Fatiya merasa otaknya…