Arsip

  • Delisa: Senjata Pendekar Bahasa dari Tanah Rencong

    Ada satu hal yang perlu kita samakan dalam diskursus kali ini, yakni tentang pemberian sebuah gelar. Alih-alih duta bahasa, yang mungkin segala proses seremonial pemberian gelar membuat posisi penulis dan pembaca menjadi berbeda, mari sebut saja kita semua sebagai pendekar bahasa, sebagaimana Harimukti Kridalaksana memberi sebutan pada M. Tabrani, Soemanang, Soedarjo Tjokrosisworo dan Ki Hajar…

  • Hari Ini Aku Terlambat

    Berusaha Bergegas Menit Detik Melaju Cepat Memesan kendaraan di aplikasi daring Melihat layar ponsel Maaf, tidak ada pengemudi terdekat Mencoba lagi Lagi Lagi Lagi Melihat lagi Layar ponsel Maaf, tidak ada pengemudi terdekat Melangkah ke jalan utama Bergegas-gegas Sampai di tepi Jalan raya Masih mencoba memesan kendaraan Melihat lagi ke layar ponsel Maaf, tidak ada…

  • Tak Kasat Mata

    Aku bertemu dengannya di usia enam tahun. Kuingat dengan jelas saat itu dia berdiri di depan pintu pagar rumahku sendirian. Aku bingung kenapa dia tidak masuk untuk berteduh sebentar saja. Hujan di luar lumayan deras. Aku mencoba memanggilnya, tapi ia tidak memberi jawaban. Aneh. Karena penasaran, diam-diam aku menghampirinya. Tapi, “Adek, kamu sedang apa di…

  • |

    Musem Boh Rambot

    Musem Boh Rambot           “Jeh di ateuh bak na lom nyang leubeh mirah-mirah! Nyan kapet cit!” kheun si Hanafi dari baroh bak rambot. Syedara jih si Latif dang jipet boh rambot. Bunoe jih jiek bak rambot. Jinoe dang musem boh rambot. Le ureueng meukat boh rambot. Na nyang dimeukat di pekan, na cit nyang dimeukat…

  • |

    Telur Ayam Aleda

                    Pagi ini Aleda sedang mengambil telur di kandang ayam. Aleda melakukan pekerjaannya dengan gembira. Setiap pagi ia mengantar telur ke rumah-rumah penduduk di Kerajaan Ceria. Ayam-ayamnya berjumlah ratusan ekor. Ia merawat dan menjaga ayam-ayamnya dengan baik. Ayam Aleda semuanya sehat dan besar sehingga telurnya pun banyak.                 Ketika sampai di rumah Bibi Gina, ia…

  • |

    Jangan Dihabiskan Bakwannya!

              “Enak banget bakwannya. Apalagi ada udang di atasnya,” Nania mengambil satu potong bakwan dan memakannya dengan lahap. Rasanya gurih. Apalagi ada cabai rawit yang membuat bakwan yang dimakannya menjadi semakin enak.           “Setiap orang masing-masing mendapat jatah satu potong bakwan, tidak boleh lebih. Tepung terigu di rumah sedang habis, hanya cukup untuk membuat empat…