Sejak kemarin sore hujan turun. Pagi ini pun hujan deras masih menyirami bumi. Sudah setengah jam Arin duduk di teras rumah. Ayah sedang dinas keluar kota. Biasanya ayah yang mengantarkannya ke sekolah. Ibu tidak bisa mengantarkannya ke sekolah. Sepeda motor sedang dipinjam Tante Eri. Tante Eri, adik perempuan ayah. Payung besar yang biasanya bisa dipakai setipa kali hujan, tiba-tiba saja rusak.
Jarum jam terus berputar. Arin ingin pergi ke sekolah. Arin suka belajar. Ia paling suka bidang pertanian. Ia ingin meneruskan semangat Ibu Kartini. Ia ingin menjadi wanita Indonesia yang mempunyai semangat belajar yang tinggi. Ia ingin menjadi ahli pertanian. Di halaman rumah ada beberapa pot berisi tanaman sawi, kangkung, bayam, terong, dan bunga kol yang ditanamnya. Sejak kelas satu sekolah dasar ia sudah menyukai tanaman. Ayah dan ibu mendukung bidang yang ia sukai. Mereka sering membelikannya bibit tanaman.
“Ini bagaimana? Bagaimana cara aku sampai ke sekolah?” Arin memandangi tetesan air hujan yang masih tercurah dari langit. Dua puluh menit lagi waktu belajar di sekolah akan dimulai. Hari ini pelajaran IPA di jam belajar pertama. Pelajaran untuk mengenali tanaman-tanaman pangan di Indonesia. Arin tidak ingin melewatkan pelajaran ini. Ia harus banyak belajar untuk meraih cita-citanya.
“Arin, ibu pesan kendaraan di aplikasi daring untukmu ya?” Ibu keluar dari dalam rumah sambal memegang ponselnya.
“Boleh, Bu,” sahut Arin.
Ketika ibu hendak menekan tombol di ponselnya, kendaraan Pak Dami melintas dan berhenti di luar pagar rumah. Dana anaknya Pak Dami yang satu kelas dengan Arin di kelas 5 sekolah dasar, melambaikan tangannya ke arah Arin.
“Arin, Kamu ke sekolah sekalian denganku saja, diantar papaku,”
“Ya,” sahut Arin.
Ia berpamitan pada ibu. Ibu melambaikan tangan ke arahnya. Hari ini Arin bisa ikut di mobil Pak Dami. Biasanya mobilnya penuh. Mama Dana yang bekerja, kakak, dan abangnya yang pergi ke tempat kuliah biasanya setiap pagi naik mobil ini.
Lima belas menit klemudian mereka sampai ke sekolah. Mereka berdua melangkah kaki menuju ke kelas dengan penuh semangat. Dana ingin menjadi ahli bidang ekonomi. Arin dengan cita-citanya yang ingin menjadi ahli bidang pertanian. Mereka belajar dari semangat Ibu Kartini untuk kemajuan bangsa Indonesia.
