Cerpen

  • Bubur Asyura dan Kebersamaan Kami

    “Rencananya kita mau memasak bubur asyura. Kita kumpul uang bersama. Uang yang terkumpul digunakan untuk membeli bahan,” seorang pegawai menyampaikan usulannya kepada kami. “Boleh, kami setuju,” semua pegawai di Balai Bahasa Provinsi Aceh setuju dengan usulan tersebut. Apalagi memasak bubur Asyura ini merupakan tradisi di Aceh yang sejak lama dilaksanakan dari generasi ke generasi. Daerah…

  • Semangat Belajar

    Sejak kemarin sore hujan turun. Pagi ini pun hujan deras masih menyirami bumi. Sudah setengah jam Arin duduk di teras rumah. Ayah sedang dinas keluar kota. Biasanya ayah yang mengantarkannya ke sekolah. Ibu tidak bisa mengantarkannya ke sekolah. Sepeda motor sedang dipinjam Tante Eri. Tante Eri, adik perempuan ayah. Payung besar yang biasanya bisa dipakai…

  • Berkah Buka Puasa Bersama

    Arinda turun dari sepeda motornya. Hari ini, ia dan rekan-rekan kerjanya ada jadwal buka puasa bersama. Makanya sekarang ia berada di satu resto bernama Jambo Boh Kaye. Angin dari pepohonan menyambut kedatangan Arinda, Jambo Boh Kaye ini dipenuhi dengan pohon buah. Paling banyak pohon anggur. Bertangkai-tangkai anggur merah, hijau, dan hitam tampak berjuntai dari belasan…

  • Cerita Anak Bertandan-Tandan Pisang

                 Nanda turun tergesa-gesa dari bus. Tangan dan lengannya terasa berat dengan beberapa sisir pisang yang dibawanya. Ibu dan ayah ikut turun di belakangnya. Mereka masih harus berjalan lima ratus meter lagi dari halte untuk sampai di rumah. Mereka baru pulang dari pasar induk yang berjarak lima belas kilometer dari rumah mereka.             “Bu, pisangnya…

  • |

    Ibu Pertiwi

    (Oleh: Novita Maharani) Kilatan cahaya dari banyak kamera berebutan membidiknya. Tiwi berusaha tetap tersenyum meski bahkan untuk melihat dengan benar pun terasa sulit pada saat seperti ini. Tak lama, seseorang terlihat mempersilakannya untuk duduk di kursi yang berada di tengah panggung kecil dengan meja panjang di depannya. Tiwi segera menuju kursi itu dan mendudukkan diri…

  • Pelangi di Ujung Senja

    Langit sore itu seolah – olah menangis bersama hati Rina.Gerimis hujan membasahi tanah, membuat udara serasa hening sejenak. Di ujung padang rumput kecil itu, Rina duduk sendirian, memeluk erat lutut nya sambil merenung. Mengingatkan nya atas sebuah kejadian kemarin, yaitu sebuah lukisan yang yang susah payah ia buat – tentang senja yang indah dan penuh…