oleh Novita Maharani
Lewat kata,
penjual menyapa pembeli dengan ramah
guru mengajar murid dengan sabar
tuan mempersilakan tamu masuk dengan tulus
sepasang tua tersenyum mengenang masa muda
sepasang muda-mudi haru mengikrar janji di depan altar
‘kata’ dan ‘kita’ dibedakan oleh satu huruf saja
tetapi kata mampu mengubah kita menjadi dekat dan akrab
Lewat kata,
hakim mungkin salah menjatuhkan vonis
pewarta menyudutkan si lapar yang mencuri sepotong roti
pengunjung mencaci seorang pelayan yang khilaf
warganet menjadikan media sosial tempat saling adu benci
seseorang menangis sebab komentar makian muncul di layar gawainya tanpa henti
‘kata’ dan ‘kita’ dibedakan oleh satu huruf saja
tetapi kata mampu mengubah kita menjadi jauh dan asing
